Selasa, 06 Oktober 2015

ETIKA/ADAT

Carilah satu etika atau adat istiadat yang berlaku di Indonesia!

Dalam tradisi agama Hindu di Bali pada khususnya, ketika seorang anak mulai menginjak usia remaja atau sudah  dewasa wajib melaksanakan Upacara Potong Gigi. Upacara Potong Gigi atau yang biasanya juga disebut dengan istilah Mepandes,Metatah atau Mesangih merupakan upacara yang bermakna untuk menemukan hakekat manusia sejati yang terlepas dari belenggu kegelapan dari pengaruh Sad Ripu dalam diri manusia.
Sad Ripu adalah enam jenis musuh yang timbul dari sifat-sifat asubha karma atau perbuatan yang tidak baik dalam diri manusia itu sendiri, yaitu :
1.      Kama, sifat penuh nafsu indriya.
2.      Lobha, sifat loba dan serakah.
3.      Krodha, sifat kejam dan pemarah.
4.      Mada, sifat mabuk dan kegila-gilaan
5.      Moha, sifat bingung dan angkuh.
6.      Matsarya, sifat dengki dan irihati.

Ciri-ciri Fisik Siap Metatah
Upacara Potong Gigi merupakan bagian dari Manusa Yadnya, yang pada hakikatnya jika ciri-cirinya secara fisik sudah menginjak remaja dapat melaksanakan Upacara Potong Gigi. Ciri- cirinya adalah sebagai berikut:
·         Pada wanita dapat dilakukan setelah mendapatkan menstruasi yang pertama.
·         Pada pria dapat dilakukan setelah mengalami perubahan suara.
Ciri-ciri tersebut dapat dijadikan landasan awal bahwa si anak sudah siap untuk Metatah akan tetapi tidak diharuskan pada saat itu juga, karena harus ditunjang dari kesiapan finansial juga.

Tujuan Upacara Potong Gigi
Ada beberapa tujuan dari Upacara Potong Gigi yang tidak kalah penting untuk diketahui, yaitu sebagai berikut:
·         Menghilangkan kotoran diri dalam wujud kala, bhuta, pisaca dan raksasa dalam arti jiwa dan raga diliputi oleh watak Sad Ripu sehingga dapat menemukan hakekat manusia yang sejati.
·         Untuk dapat bertemu kembali dengan bapak dan ibu yang telah  berwujud suci.
·         Untuk menghindari hukuman didalam neraka nanti yang dijatuhkan oleh Bhatara Yamadipati berupa mengigit pangkal bambu petung. Hal ini tertera dalam Lontar Atmaprasangsa.
·         Memenuhi kewajiban orang tua kepada anaknya untuk menjadi manusia yang sejati.

Susunan Upacara Potong Gigi
·         Berdasarkan ketentuan dalam lontar Dharma Kahuripan dan lontar Puja Kalapati, bahwa tahapan upacara potong gigi disebutkan sebagai berikut :
·         Magumi padangan, Upacara ini juga di sebut mesakapan kepawon dan dilaksanakan di dapur.
·         Nekeb, Upacara ini dilakukan di meten atau di gedong
·         Mabyakala, Ini dilakukan di halaman rumah di depan meten atau gedong.
·         Ke Merajan, atau tempat suci di dalam rumah. Urut – urutan upacara di merajan yaitu : Mohon penugrahan kepada Bhatara Hyang Guru, Menyembah Ibu dan Bapak, Ngayab caru ayam putih, Mohon tirtha (air suci) kepada Bhatara Hyang Guru, Ngerajah gigi (Menulis gigi dengan wijaksara) dan Di pahat taringnya secara tiga kali.

Menuju ketempat potong gigi, Urut – urutan upacaranya :
·         Sembahyang kepada Bhatara Surya dan kepada Bhatara Sang Hyang Semara Ratih dan mohon tirtha kepada beliau berdua.
·         Ngayab banten pengawak di bale dangin,
·         Metatah atau memotong / mengasah dua buah taring dan empat  buah gigi seri pada rahang atas dan Turun dari tempat potong gigi, jalannya ke hilir dengan menginjak banten paningkeb.

Kembali ke meten / gedong tempat ngekeb. Bila ingin berganti pakaian, sekarang bias dilakukan mejaya – jaya di merajan. Urutan upacaranya :
·         Mabyakala
·         Sembahyang kepada : Bhatara Surya, Leluhur dan Bhatara Samudaya.
·         Menuju ke hadapan Sang Muput Upacara, disini dilakukan meeteh – eteh persediaan : prayascita, Pangrabodan, Ngayab pungun – pungun dan pajejiwan, Matirtha penglukatan, pebersihan dan kekuluh, Mejaya – jaya, Ngayab banten otonan, Ngayab banten pawinten-digunakan dan Mapadamel
·         Kembali ke meten/gedong tempat ngekeb.
·         Mapinton ke Pura Kahyangan Tiga, ke Pura Kawitan dan ke Pura lainnya yang menjadi pujaannya.

Hal penting yang dapat disimpulkan dan perlu diingat ialah tujuan dari upacara ini untuk meminimalkan sifat negatif dari orang yang bersangkutan, akan tetapi tidak berarti bahwa setelah upacara ini dilakukan orang itu sifatnya akan menjadi sepenuhnya baik . Semua kembali kepada pribadi masing-masing setiap orang. Apakah mempunyai dasar dan keinginan yang kuat dalam merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik.
kelompok:

 1. Esty Putri Ratnasari           22212566
 2. Risda Aditya                      26212453




sumber: http://inputbali.com/budaya-bali/memahami-makna-dan-tujuan-upacara-potong-gigi

Risda Aditya_Tugas 1_PSAK

Risda Aditya_Tugas 1_PSAK

1.        Berapa jumlah PSAK dalam hasil adopsi IFRS?

Jawab:
Jumlah IFRS yang telah diadopsi ke PSAK ada sebanyak 47 IFRS, yaitu sebagai berikut:
1.      PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan (Revisi 2009)
2.      PSAK 2 Laporan Arus Kas (Revisi 2009)
3.      PSAK 3 Laporan Keuangan Interim (Revisi 2010)
4.      PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri (Revisi 2009)
5.      PSAK 5 Segmen Operasi (Revisi 2009)
6.      PSAK 7 Pengungkapan  Pihak-Pihak Berelasi (Revisi 2009)
7.      PSAK 8 Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan  (Revisi 2010)
8.      PSAK 10 Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing (Revisi 2009)
9.      PSAK 12 Ventura Bersama (Revisi 2009)
10.  PSAK 13 Properti Investasi (Revisi 2011)
11.  PSAK 14 Persediaan (Revisi 2008)
12.  PSAK 15 Investasi pada Asosiasi (Revisi 2009)
13.  PSAK 16 Aset Tetap (Revisi 2011)
14.  PSAK 18 Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat  Purnakarya (Revisi 2010)
15.  PSAK 19 Aset Tidak Berwujud (Revisi 2009)
16.  PSAK 22 Kombinasi Bisnis (Revisi 2010)
17.  PSAK 23 Pendapatan (Revisi 2009)
18.  PSAK 24 Imbalan Kerja (Revisi 2010)
19.  PSAK 25 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, Kesalahan  (Revisi 2009)
20.  PSAK 26 Biaya Pinjaman (Revisi 2011)
21.  PSAK 28 Akuntansi Asuransi Kerugian (Revisi 2010)
22.  PSAK 30 Sewa (Revisi 2011)
23.  PSAK 31 Instrumen Keuangan: Pengungkapan (Revisi 2009)
24.  PSAK 33 Akuntansi Pertambangan Umum (Revisi 2011)
25.  PSAK 34 Kontrak Kontruksi (Revisi 2010)
26.  PSAK 36 Akuntansi Asuransi Jiwa (Revisi 2010)
27.  PSAK 38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (Revisi 2011)
28.  PSAK 45 Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba (Revisi 2010)
29.  PSAK 46 Pajak Penghasilan (Revisi 2010)
30.  PSAK 48 Penurunan Nilai Aset (Revisi 2009)
31.  PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian (Revisi 2010)
32.  PSAK 53 Pembayaran Berbasis Saham (Revisi 2010)
33.  PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran  (Revisi 2011)
34.  PSAK 56 Laba per Saham (Revisi 2010)
35.  PSAK 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban dan Aset  Kontinjensi (Revisi 2009)
36.  PSAK 58 Aset Tidak Lancar
37.  PSAK 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan)
38.  PSAK 61 Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan  Bantuan Pemerintah
39.  PSAK 62 Kontrak Asuransi
40.  PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
41.  PSAK 64 Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral
42.  PSAK 107 Akuntansi Ijarah
43.  PSAK 108 Penyelesaian Utang Piutang Murabahah
44.  PSAK 109 Akuntansi Zakat Infaq Sedekah
45.  PSAK 110 Akuntansi Hawalah
46.  PSAK 111 Akuntansi Asuransi Syariah
47.  PSAK ETAP

2.        Sebutkan PSAK yang dihapus setelah mengadopsi IFRS!

Jawab:
Setelah Indonesia mengadopsi penuh IFRS, PSAK khusus industri dihapus. IFRS adalah standar yang disusun dengan basis transaksi dan perlakukan khusus elemen laporan keuangan bukan industri, sehingga  semua standar yang terkait dengan industri dihapus. PSAK yang tidak ada rujukannya dalam IFRS juga dicabut diantaranya akuntansi waran, anjak piutang, restrukturisasi utang piutang bermasalah. Standar ini dicabut karena telah tercakup dalam pengaturan PSAK 50 dan 55 tentang Instrumen Keuangan. PSAK industri yang saat ini telah dicabut adalah:
1.      PSAK 32 Akuntansi Kehutanan,
2.      PSAK 35 Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi
3.      PSAK 37 Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol
4.      PSAK 31 (revisi 2000) Akuntansi Perbankan
5.      PSAK 42 Akuntansi Perusahaan Efek.

3.        Pilih salah satu PSAK yang mengadopsi IFRS! Ringkas dan beri komentar!

Jawab:
PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah mengatur penyajian dan pengungkapan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) untuk entitas syariah, yang selanjutnya disebut “laporan keuangan”. Laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas syariah yang meliputi:
(a) aset;
(b) kewajiban;
(c) dana syirkah temporer;
(d) ekuitas;
(e) pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian;
(f) arus kas;
(g) dana zakat; dan
(h) dana kebajikan.
Komentar: Seperti halnya penyajian laporan keuangan umum, penyajian laporan keuangan syariah harus mempunyai standar umum. Standar ini  harus diperhatikan ketika suatu entitas akan membuat laporan keuangan syariah.


Sumber:
http://www.iaiglobal.or.id/v02/prinsip_akuntansi/standar.php?cat=SAK%20Syariah&id=63


Senin, 22 Juni 2015

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2 ke-3

            The term ‘market’, as used by economists, is an extension of the ancient idea of a market as a place where people gather to buy and sell goods. In former days part of a town was kept as the market or marketplace, and people would travel many kilometers on special marketdays in order to buy and sell various commodities. Today, however, markets such as the world sugar market, the gold market and the cotton market do not need to have any fixed geographical location. Such a market is simply a set of conditions permitting buyers and sellers to work together.
In a free market, competition takes place among sellers of the 10 same commodity, and among those who wish to buy that commodity. Such competition, influences the prices prevailing in the market. Prices inevitably fluctuate, and such fluctuations are also affected by current supply and demand.
Whenever people who are willing to sell a commodity contact people who are willing to buy it, a market for that commodity is created. Buyers and sellers may meet in person, or they may communicate in some other way: by letter, by telephone or through their agents. In a perfect market, communications are easy, buyers and sellers are numerous and competition is completely free. In a perfect market there can be only one price for any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumer will pay. There are, however, no really perfect market, and each commodity market is subject to special conditions. It can be said however that the price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet.
(Taken from A Rapid Course in English for Students of Economics by Tom McArthur)

Questions
7.      What three means are mentioned by which buyer and seller can communicate if they do not meet in person?
Answer:
If buyer and seller do not meet in person, they may communicate in some other way: by letter, by telephone or through their agents
8.      What are the characteristics of a perfect market?
Answer:
In a perfect market, communications are easy, buyers and sellers are numerous and competition is completely free. In a perfect market there can be only one price for any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumer will pay.

Nama  : Risda Aditya
NPM    : 26212453
Kelas    : 3EB10
Kelompok        :
1.        Esty Putri Ratnasari
2.        Hastyn Haula
3.        Putri Aristya Devi
4.        Risda Aditya
5.        Selviana

Kamis, 07 Mei 2015

Laporan Hasil Audit Manajemen

Jakarta, 07 Mei 2015

No          : 001/ABC/V/2015
Lapiran : -
Perihal : Laporan Hasil Audit Manajemen

Kepada
Yth, Manajer PT XXX
Di Cileungsi

Kami telah melakukan audit atas Manajemen Kualitas ISO 9001 paada PT XXX periode 2015. Audit ini tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan pada PT XXX. Audit ini dimaksudkan untuk menilai kinerja manajemen atas kualitas sistem yang sudah mendapatkan predikat ISO 9001. Audit ini mencakup seluruh manajemen yang berkaitan dengan sistem kualitas mutu ISO 9001, pengelolaan kualitas sistem mutu yang dilakukan dan memberikan saran perbaikan atas kelemahan sistem kualitas mutu manajemen yang ditemukan selama audit, sehingga diharapkan di masa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi lebih ekonomis, efisien, dan lebih efektif dalam mencapai tujuannya.
Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
BAB I         : Informasi Latar Belakang
BAB II       : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
BAB III      : Rekomendasi
BAB IV      : Ruang Lingkup Audit
Dalam melaksanakan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan pelaksanaan audit. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan baik.


                                                                                                                           Kantor Akuntan Publik
                                                                                                                        Risda Aditya dan Selviana



BAB I
INFORMASI LATAR BELAKANG

PT. XXX berlokasi di Cileungsi, Jawa Barat, didirikan tanggal 10 Januari. Tujuan didirikan perusahaan adalah untuk memberikan pengembangan produk berkualitas, pengembangan sumber daya manusia, kepuasan pelanggan dan produk ramah lingkungan, ini akan membawa pertumbuhan yang berkelanjutan dan keuntungan bagi perusahaan serta mengembangkan berfokus pada kepuasan pelanggan dan keunggulan operasional, serta berkontribusi pada kemajuan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia dan masyarakat sekitar.

Susunan direksi perusahaan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris                              :               XXX
Direktur Utama                                 :               XXX
Wakil Direktur Utama                     :               XXX
Direktur Operasional                      :               XXX
Direktur Keuangan                          :               XXX

Sedangkan tujuan dilakuka audit adalah untuk
1.       Menilai kemampuan perusahaan dalam mengelola sistem manajemen kepastian kualitas berdasarkan ISO 9001:2008.
2.       Memberikan berbagai saran perbaikan atas kelemahan pengelolaan sistem manajemen kepastian kualitas berdasarkan ISO 9001:2008.



BAB II
KESIMPULAN AUDIT

Berdasarkan hasil yang diperoleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:

Kondisi:
1.       Prosedur yang dilakukan oleh PT. XXX dalam melaksanakan opersi manajemen keseluruhan sudah baik.
2.       Sistem manajemen kualitas yang dilakukan oleh PT. XXX mencakup implementasi ISO 9001 sudah berjalan sebagaimana mestinya.
3.       Tanggung jawab manajemen yang dilakukan oleh PT. XXX sudah mencakup komitmen manajemen, fokus pada pelanggan, kebijakan kualitas, perencanaan, tanggung jawab wewenang dan komunikasi, dan tinjauan manajemen.
4.       Manajemen sumber daya sudah mencakup ketersediaan sumber daya, sumber daya manusia, infrasturktur serta lingkungan kerja.
5.       Realisasi produk sudah mencakup perencanaan realisasi produk, proses yang berhubungan dengan pelanggan, desain dan pengembangan, pembelian, serta produksi dan penyediaan jasa.
6.       Perusahaan sudah merencanakan dan menerapkan proses pengukuran, analisis dan peningkatan.




BAB III
REKOMENDASI

Hasil audit yang dilakukan menemukan bahwa seluruh manajemen yang mencakup sistem kepastian kualitas berjalan dengan baik.
Atas keseluruhan manajemen yang telah di audit, maka diberikan rekomendasi sebagai penunjangan untuk tetap mempertahankan kinerja perusahaan yang akan datang.

Rekomendasi:
1.       Meningkatkan kualitas seluruh produk yang telah ada agar pelanggan tetap memilih produk yang dibuat oleh perusahaan.
2.       Meningkatkan kinerja manajemen agar mendapatkan hasil yang lebih baik untuk masa depan.

Keputusan untuk melakukan rekomendasi ini sepenuhnya ada pada manajemen.


  

BAB IV
RUANG LINGKUP AUDIT

Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah Sistem Manajemen Kualitas pada PT. XXX untuk periode 2015. Audit ini mencakup seluruh penilaian atas kegiatan manajemen yang berkaitan dengan sistem kualias mutu ISO 9001:2008 itu sendiri.